Hubungi Kami di : 0819 1279 2273 / 0813 1293 1732

Apa Hubungan ISK Dengan Kehamilan / Pada Bumil

Jul 1, 2017

0

Apa Hubungan ISK Dengan Kehamilan / Pada Bumil

Hubungan ISK dengan kehamilan memang dapat berkaitan apabila wanita tidak bisa menjaga kesehatan terutama kebersihan pada masa kehamilannya. Berikut adalah penjelasan mengapa wanita hamil berisiko tinggi mengalami ISK (Infeksi Saluran Kencing).

ISK adalah

hubungan ISK dengan kehamilanInfeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika sistem kemih Anda menjadi terinfeksi oleh bakteri yang merugikan. Mengapa saya menyebutnya bakteri merugikan? Di dalam organ intim, sebenarnya terdapat banyak bakteri yang hidup. Ada bakteri baik, dan ada bakteri jahat. Jika kestabilannya terganggu, maka bakteri jahat ini dapat berkembang lebih cepat dan merugikan karena menginfeksi saluran kemih Anda.

Dan  Anda lebih rentan terhadap ISK selama kehamilan karena perubahan hormon tubuh Anda. Hormon progesteron akan melemaskan otot-otot tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih Anda. Ini dapat memperlambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih Anda.

ISK sangat berisiko untuk wanita hamil yang melahirkan secara prematur dengan berat bayi yang sangat rendah. Hal tersebut terjadi karena ISK telah mengiritasi rahim Anda yang membuat bayi lahir lebih cepat. Karena selama kehamilan, rahim akan terus membesar yang dapat berisiko mengembangkan bakteri didalamnya sehingga berisiko mengganggu perkembangan janin yang sedang dikandung.

Penyebab ISK

Perubahan fisik karena hormon yang terjadi selama kehamilan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. Sebagai permulaan, perubahan hormonal menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab ISK (biasanya coli Escherichia dikenal sebagai E. coli) untuk mudah berkembang.

Peningkatan hormon progesteron menyebabkan otot-otot yang melapisi uretra urine pembuatan untuk bersantai, yang dapat memungkinkan bakteri untuk bangkit ke dalam kandung kemih dan mungkin ginjal lebih mudah terinfeksi dibandingkan dengan kondisi Anda saat tidak sedang hamil.

Rahim Anda yang terus membesar juga dapat ternyata bisa menyulitkan Anda mengosongkan kandung kemih sepenuhnya setelah Anda buang air kecil. Dengan kondisi tersebut, bakteri jahat dapat berkembang biak didalam urin yang masih tersisa di dalam kandung kemih.

Gejala ISK

Hal ini dimungkinkan untuk memiliki ISK tanpa gejala. Itulah mengapa Anda harus ditawarkan tes urine sebagai bagian awal dari perawatan antenatal Anda. Jika bakteri ditemukan dalam urin selama kehamilan, Anda mungkin akan ditawarkan antibiotik untuk membersihkan infeksi, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala. (Hubungan ISK dengan kehamilan)

Gejala ISK mungkin termasuk:

  • sakit di bagian bawah perut atau punggung, kadang-kadang terasa ringan hingga timbul sensasi terbakar atau gejala parah lainnya
  • frekuensi berkemih menjadi lebih sering dan sering terasa mendesak
  • adanya darah dalam urin Anda
  • perasaan kurang sehat

Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut selama kehamilan, segera periksakan diri ke ahli kesehatan atau atasi dengan cara sederhana untuk mencegah kondisi yang lebih parah yang akan berisiko menyebar ke organ ginjal.

Gejala ISK dalam hal ini juga dapat mencakup:

gejala isk pada ibu hamil

  • suhu tinggi melebihi 38 derajat celcius
  • sakit terus-menerus di punggung atau bagian panggul
  • gemetar dan menggigil
  • mual dan muntah
  • diare
  • sakit kepala

Biasanya, dokter Anda akan menguji urine Anda untuk bakteri dan meresepkan antibiotik jika Anda membutuhkannya.  Sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat dengan cepat, karena dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi ginjal dapat berkembang menjadi sepsis yang terjadi ketika tubuh mulai menyerang jaringan dan organ lain sekitar ginjal.

Cara Sederhana Untuk Mencegah Resiko ISK

1. Mencukupi kebutuhan minum air putih

Apabila Anda memperbanyak minum air putih, maka biasanya Anda akan lebih sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ini normal, justru dengan demikian bakteri yang ada dalam kandung kemih bisa ikut keluar bersamaan saat Anda abuang air kecil. Maka dari itu, usahakan untuk membiasakan diri mengkonsumsi air putih minimal 2 liter perhari untuk menghindari infeksi saluran kemih yang berulang.

2. Memperbanyak asupan vitamin C

Kandungan alami yang terdapat dalam vitamin C mampu secara efektif dalam membantu meningkatkan keasaman urin dan mematikan bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Dengan Anda membiasakan diri mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung vitamin C secara rutin, maka Anda bisa terhindar dari resiko terkena isk.

3. Mengkonsumsi Probiotik

Yogurt mnerupakan salah satu makanan yang mengandung probiotik. Senyawa probiotik dapat meningkatkan keseimbangan bakteri yang terdapat di dalam usus dan menegah maslah pada saluran pencernaan. Manfaat lain yang juga dimiliki probiotik yaitu mampu meingkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakittermasuk menurunkan resiko terkena infeksi saluran kemih.

4. Menjaga Kebersihan Organ Intim

Tidak ada cara yang sangat mudah untuk mencegah infeksi saluran kemih, tetapi ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat diambil untuk membantu meminimalkan kesempatan Anda untuk mengalami ISK. Pencegahan dapat juga membantu penyembuhan agar ISK lebih cepat sembuh. Dengan kebersihan yang terjaga, maka bakteri tidak akan mudah tersebar hingga menginfeksi saluran kemih Anda. Tips pencegahan untuk menurunkan resiko ISK adalah dengan ;

  • Cara pembersihan yang salah saat cebok. Pastikan Anda membersihkan organ intim Anda dari arah depan ke belakang ini untuk mencegah bakteri dari bagian belakang menempel pada organ depan.
  • Sering menunda buang air kecil. Jika Anda sering menunda keinginan untuk buang air kecil, maka bisa mebuat bakteri menumpuk di saluran kemih dan Anda beresiko terkena isk.
  • Tidak buang air kecil setelah berhubungan intim. Usahakan untuk selalu menyempatkan buang air kecil sebeleum ataupun sesudah berhubungan untuk mencegah resiko perkembangan bakteri jahat yang bisa menginfeki saluran kemih Anda.
  • Batasi asupan kafein dan coklat adalah beberapa zat yang dapat mengiritasi kandung kemih dan peradangan yang membuat bakteri lebih mungkin untuk berkembang.

Itulah Hubungan ISK dengan kehamilan yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 7 + 9 ?
Please leave these two fields as-is: